Melki menjelaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Gubernur NTT Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
“Saya mendorong bupati dan wali kota memberikan perhatian dan dukungan anggaran bagi pengembangan pangan lokal seperti padi lokal, sorgum, jagung pulut, kelor, dan komoditas lainnya,” tegasnya.
Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari Dasa Cita Pertama Program Melki–Johni, “Dari Ladang dan Laut menuju Pasar”, melalui penguatan OVOP, OCOP, dan OSOP.
Menurut Melki, optimalisasi produksi harus diikuti dengan pengolahan dan pengemasan agar nilai jual produk pertanian NTT semakin meningkat.
“Generasi muda juga harus terlibat aktif. Mahasiswa dan pelajar perlu didorong untuk magang dan berlatih langsung di sektor pertanian,” pungkasnya.
Seminar nasional ini diikuti akademisi, praktisi, mahasiswa, penyuluh, serta pemerintah daerah, dengan berbagai topik mulai dari agribisnis hingga teknologi hasil pertanian dan peternakan.












