KUPANG | BuletinNTT.com — Dugaan kekerasan fisik terhadap dua siswa SMK Pelayaran Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencuat setelah keluarga menemukan bekas memar dan merah pada tubuh korban.
Kedua siswa tersebut adalah Leopoldino Michael Rafael Savio dan Ruben Aljery Lillong. Informasi dugaan kekerasan ini disampaikan keluarga korban.
Ibu korban, Mimi Maidera Soares, mengungkapkan bahwa salah satu anak diduga dipukul menggunakan selang berisi pasir oleh seorang pelatih bernama Bram saat mengikuti latihan disiplin di sekolah.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis sore pekan lalu. Namun, keluarga baru mengetahui kejadian tersebut beberapa hari kemudian setelah melihat video yang memperlihatkan bekas pukulan pada tubuh korban.
Korban Mengaku Dipukul Lebih dari 10 Kali
Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, Leopoldino dipanggil ke depan barisan saat mengikuti latihan baris-berbaris.
Korban mengaku diminta mengambil posisi dengan kepala mengarah ke lantai dan kedua tangan berada di belakang tubuh.
Dalam posisi tersebut, korban diduga dipukul menggunakan selang berisi pasir pada bagian belakang tubuhnya lebih dari 10 kali.
Setelah kejadian, korban kembali mengikuti latihan bersama siswa lainnya hingga kegiatan selesai.
Keluarga Baru Mengetahui Kejadian
Mimi mengatakan, anaknya tidak langsung menceritakan kejadian tersebut karena takut.












