Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Tak Ingin Jadi “Dinosaurus”, KSP Swasti Sari Kupang Terus Berinovasi di Era Digital

Avatar photo
×

Tak Ingin Jadi “Dinosaurus”, KSP Swasti Sari Kupang Terus Berinovasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Kupang, BuletinNTT.com – Di tengah perubahan zaman dan tantangan digitalisasi, banyak koperasi di Indonesia mulai kehilangan relevansi. Tak sedikit yang hanya tinggal nama, atau dalam istilah populer, menjadi “koperasi dinosaurus.”

 

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Namun hal ini justru menjadi cambuk bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari Kupang untuk terus berinovasi agar tetap eksis dan dipercaya oleh anggotanya.

 

Sebagai salah satu koperasi terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tercatat masuk dalam 100 koperasi terbesar di Indonesia, KSP Swasti Sari tak ingin terjebak dalam zona nyaman. Inovasi demi inovasi terus dilakukan, demi menjawab kebutuhan zaman dan menjangkau lebih banyak anggota.

Baca Juga :  Kadis Koperasi NTT Tegas: Pelantikan Pengurus Kopdit Swasti Sari Sah dan Legal, Tak Ada Pelanggaran Aturan

 

“Kami tidak ingin jadi lembaga ‘dinosaurus’. Koperasi Swasti Sari harus relevan, adaptif, dan terus berkembang bersama anggotanya,” tegas Kasmirus Kopong, Wakil General Manager (WGM) KSP Swasti Sari Kupang.

 

 

Layanan Digital dan ATM Koperasi

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah digitalisasi layanan koperasi, termasuk penyediaan ATM koperasi bagi anggota. Langkah ini mempermudah transaksi keuangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan koperasi modern.