Menurut Hendriana, berbagai program tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Anak-anak yang sebelumnya minim akses terhadap bahan bacaan kini mulai memiliki kebiasaan membaca, lebih percaya diri, serta berkembang dalam kemampuan berpikir kritis dan kreativitas.
“TBM Hanorin bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang membantu anak-anak mengenal ilmu pengetahuan, membangun cita-cita, dan memperkuat karakter sejak dini,” jelasnya.
Lebih jauh, ia berharap kehadiran TBM Hanorin dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya gerakan literasi di daerah-daerah perbatasan dan wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Gerakan literasi yang digerakkan dari tingkat paling bawah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi masyarakat serta mendorong terwujudnya generasi emas yang cerdas dan berkarakter di masa depan.












