“Transformasi ini harus berkelanjutan. Kita dorong Undana jadi kampus yang inklusif, unggul secara akademik, dan mampu memberi manfaat luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan NTT secara umum,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya prinsip pluralisme, kolaborasi, kejujuran, dan kerja keras sebagai fondasi kepemimpinan di kampus.
Didukung Keluarga dan Komitmen Integritas
Dukungan penuh diberikan sang istri, Dr. Mas’amah, S.Pd., M.Si., yang turut hadir mendampingi.
“Saya percaya beliau punya kapasitas dan integritas untuk memimpin Undana. Kami mendukung sepenuh hati, dengan semangat positif dan jiwa besar,” ungkapnya.
Seleksi Masih Berlangsung, Panitia Jaga Transparansi
Panitia pemilihan menyampaikan bahwa pendaftaran calon rektor masih dibuka hingga 19 Agustus 2025. Jika belum memenuhi minimal empat calon, masa pendaftaran akan diperpanjang.
“Kami pastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, transparan, dan kondusif,” ujar Prof. Dr. Paul Tamelan, M.Si., salah satu anggota panitia.
Saat ini, Prof. Apris tercatat sebagai pendaftar kedua. Pemilihan Rektor Undana ke depan akan menjadi tonggak penting dalam memastikan kelangsungan akreditasi institusi dan arah baru pendidikan tinggi di NTT.












