“Bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu, pengetahuan dan kesiapan perlu dibangun sejak sekarang karena dapat menjadi skill set yang bermanfaat bagi kita semua,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat.
“Melalui Program Sekolah Tanggap Bencana, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan,” ujar Ahad.
Menurutnya, siswa dan guru perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar untuk menghadapi situasi darurat.
Selain pelatihan dan simulasi, Pertamina turut mendukung penguatan sistem tanggap darurat sekolah melalui penyediaan plang jalur evakuasi, titik kumpul, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sejumlah peserta juga akan dipilih menjadi bagian dari satuan tugas tanggap bencana dan perubahan iklim di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program dan memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan institusi pendidikan, Pertamina Patra Niaga AFT El Tari mendorong terbentuknya sekolah yang lebih siap, tanggap, dan tangguh menghadapi potensi bencana.












