Sebulan setelah kejadian, pihaknya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan setempat mengenai dibukanya kembali program revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen. Tanpa menunggu lama, pihak sekolah langsung mengajukan proposal melalui jalur resmi.
“Beberapa bulan kemudian kami mendapat kabar bahwa proposal sudah masuk ke kementerian dan tinggal menunggu proses lanjutan. Ternyata tindak lanjutnya adalah kunjungan langsung Pak Menteri,” jelasnya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, SDN Kajuanak 4 mengusulkan sejumlah program revitalisasi, meliputi rehabilitasi empat ruang kelas, satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru, satu paket toilet, serta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Saat ini, proses tersebut telah memasuki tahap finalisasi dokumen dan dijadwalkan segera ditandatangani pada Mei 2026.
“Tidak lama lagi sekolah ini akan segera direvitalisasi,” tegas Abdul Mu’ti.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, kunjungan tersebut juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kembali sekolah.
Sementara itu, Kepala Desa Kajuanak, Marsit, memastikan bahwa persoalan sengketa lahan yang sebelumnya sempat terjadi kini telah diselesaikan sepenuhnya.












