Sementara itu, Opin, salah satu rekan guru almarhumah yang juga tengah mengurus pemberkasan di Kupang, membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa Gregoriana meninggal akibat kelelahan saat mengantre di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
“Itu tidak benar. Beliau tidak sempat ke dinas karena kondisinya sudah sangat lemah dan masih berada di rumah sakit,” tegasnya.
Jenazah almarhumah telah diterbangkan ke kampung halamannya di Ropa, Ende, pada Selasa pagi untuk dimakamkan.
Penyambutan jenazah dilakukan oleh Plt. Kepala SMKN 3 Ende bersama para guru dan pihak keluarga.
Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Administrasi menyampaikan duka mendalam atas kepergian Gregoriana Kagarni Roga yang dikenal berdedikasi dan mengabdi di dunia pendidikan.












