“Luar biasa, dari garasi rumah hingga kini telah melatih ribuan anak, bahkan melayani gereja dan komunitas difabel secara gratis,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur memberi semangat kepada para siswa untuk terus berkarya dan bermimpi besar.
“Kalian adalah generasi masa depan NTT. Jadilah seperti Andmesh, Marion Jola, Mario Klau, dan musisi hebat lainnya dari NTT. Jangan takut bermimpi dan berlatih,” pungkasnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Karya Musik Siloam, Micklon E. Nakmofa, mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan lembaga kursus musik yang dirintisnya sejak 19 Juni 2016 di garasi rumahnya di Maulafa.
“Kami mulai hanya dengan 24 siswa dan dua jenis kursus. Sekarang sudah ada 1.800 lebih alumni dari berbagai kalangan,” kata Micklon.
Ia juga menyampaikan bahwa yayasannya telah melayani 110 gereja GMIT, berbagai SLB, panti asuhan, serta menyelenggarakan pelatihan musik gratis untuk penyandang disabilitas.
Konser Merah Putih tahunan ini, lanjut Micklon, bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan atas perjuangan para pahlawan bangsa kepada para siswa.
Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan TVRI, RRI, IAKN Kupang, perwakilan Sinode GMIT, serta para orang tua dan pembina siswa Rumah Musik Siloam.











