“Belum bisa kami simpulkan bahwa ini murni keracunan makanan. Tapi memang, gejala yang dialami seragam dan berasal dari sekolah yang sama,” jelas dr. Elvino.
Beberapa siswa telah dipulangkan karena kondisinya membaik, namun hingga Selasa sore, masih ada siswa yang terus berdatangan untuk mendapatkan perawatan.
Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Th. Roslin Lana, menyatakan pihak sekolah sudah mengambil langkah awal dengan memberi pertolongan pertama dan melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kota Kupang.
“Kami belum bisa pastikan apakah benar dari makanan bergizi gratis. Tapi karena ini menyangkut ratusan siswa, kami anggap sebagai kejadian luar biasa,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan belajar-mengajar diliburkan pada Rabu, 23 Juli 2025 sebagai bentuk antisipasi dan pemulihan kondisi siswa.












