Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

HUT ke-64 Jemaat Ebenheser, Yaspora NTT Titip Harapan Lewat Buku untuk Anak-anak

Avatar photo
×

HUT ke-64 Jemaat Ebenheser, Yaspora NTT Titip Harapan Lewat Buku untuk Anak-anak

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Foto :Aram Pukuafu Kolifai, S.H, Pembina Yaspora NTT, Menyerahkan Bahan Bacaan Bermutu, kepada Pendeta Zaskara Luik, S.Th., M.Th., .Ketua Majelis Jemaat GMIT Mata Jemaat Ebenheser Noemeto sekaligus pendiri dan pembina Rumah Baca Ebenheser

SOE | BuletinNTT.com — Perayaan HUT ke-64 Gereja GMIT Mata Jemaat Ebenheser Noemeto diwarnai kepedulian terhadap penguatan literasi anak.

Kepedulian tersebut diwujudkan Yayasan Polikarpus Do Flobamora (Yaspora NTT) melalui bantuan buku bacaan anak bermutu untuk Rumah Baca Ebenheser.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bantuan buku diserahkan Pembina Yaspora NTT, Aram Pukuafu Kolifai, S.H., kepada Pendeta Zaskara Luik, S.Th., M.Th., Minggu, 4 Oktober 2026.

Penyerahan berlangsung dalam kebaktian Minggu pagi di Jemaat GMIT Mata Jemaat Ebenheser Noemeto, Desa Noemeto, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Baca Juga :  YASPORA NTT Salurkan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu untuk SD Negeri Nunbaun Sabu

Pendeta Zaskara Luik merupakan Ketua Majelis Jemaat GMIT Mata Jemaat Ebenheser Noemeto sekaligus pendiri dan pembina Rumah Baca Ebenheser.

Aram mengatakan, bantuan buku tersebut diharapkan menjadi sumber pengetahuan yang dapat membantu anak-anak memperluas wawasan.

«“Bahan bacaan berkualitas ini diharapkan menjadi sumber agar anak-anak memiliki pengetahuan,” ujar Aram.»

Menurutnya, buku bacaan bermutu memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas pengetahuan anak-anak.

Karena itu, keberadaan Rumah Baca Ebenheser diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk membaca, belajar, dan mengembangkan wawasan.

Baca Juga :  Pengurus Komite Sekolah TKK Anfrida Larantuka Dikukuhkan untuk Masa Bakti 2026–2028

Aram berharap buku-buku yang disalurkan Yaspora NTT tidak sekadar menjadi koleksi, tetapi benar-benar dimanfaatkan anak-anak.

“Harapannya, buku-buku ini dapat dibaca dan menjadi bagian dari proses belajar anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Zaskara Luik menyampaikan apresiasi atas perhatian Yaspora NTT terhadap kebutuhan bahan bacaan bagi anak-anak.

«“Terima kasih atas kepedulian Yaspora NTT dalam memberikan sumber bacaan bagi anak-anak,” ujar Pendeta Zaskara.»