Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pensi SMPK Adisucipto Penfui Kupang | “Jejak Langkah Harapan Baru”, Digelar Besok di Grha Poltekkes Kupang

Avatar photo
×

Pensi SMPK Adisucipto Penfui Kupang | “Jejak Langkah Harapan Baru”, Digelar Besok di Grha Poltekkes Kupang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com –  SMPK Adisucipto Penfui Kupang siap menggelar pentas seni (pensi) bertajuk “Jejak Langkah Harapan Baru”.

Sebuah panggung ekspresi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna reflektif bagi para siswa.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ketua Panitia, Dionius Agung, menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi seluruh siswa untuk menengok kembali perjalanan panjang yang telah dilalui.

“Tema ini ingin menyadarkan kita semua, khususnya siswa, bahwa apa yang mereka alami hari ini adalah bagian dari proses panjang di masa lalu”.

Baca Juga :  Baru Sehari Normal, KCU Swasti Sari Kembali Ricuh, Anggota Desak Imelda Anin Berkantor Lagi

“Dari sana, kita membangun harapan baru untuk masa depan,” ungkapnya.

Dionisius Agung | Ketua Panitia Pentas Seni SMP Katolik Adisucipto Penfui

Ia menjelaskan, konsep pentas juga akan mengangkat kilas balik perjalanan sekolah sejak awal berdiri hingga saat ini, dikemas dalam berbagai pertunjukan kreatif yang melibatkan banyak talenta muda.

Tak tanggung-tanggung, panitia memastikan seluruh persiapan telah rampung 100 persen, untuk Pensi besok, Rabu (18/03/2026).

Sekitar 1.500 penonton diproyeksikan akan memadati Grha Poltekkes Kemenkes Kupang, lokasi digelarnya acara yang akan dimulai pukul 17.00 WITA hingga selesai.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang juga dipastikan akan menambah semarak acara. Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, dijadwalkan membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Baca Juga :  YASPORA NTT Salurkan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu untuk SD Negeri Nunbaun Sabu

Dionius juga mengajak masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam kemeriahan ini. Menurutnya, pensi bukan hanya milik siswa, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.