“Menjadi lengkap karena juga membangun ekosistem antara olahraga dan entertainment,” katanya.
Menurut Agus, konsep tersebut membuat olahraga bela diri semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.
Tingginya antusiasme penonton di GOR Flobamora menunjukkan adanya potensi besar pengembangan olahraga bela diri sebagai bagian dari industri olahraga dan hiburan di NTT.
UMKM Ikut Bergerak
Agus Nahak juga menyoroti keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam event tersebut.
Menurutnya, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan atlet dan penyelenggara, tetapi juga pelaku usaha yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
“Hal ini terlihat dari tingginya animo masyarakat yang hadir di GOR Flobamora untuk melihat hiburan dan UMKM bisa hidup,” ungkapnya.
Ia menyebut, sejumlah pelaku UMKM berada di luar arena GOR Oepoi dan memasarkan berbagai produk, terutama makanan dan minuman.
Kondisi tersebut, menurut Agus, menunjukkan adanya efek domino dari penyelenggaraan event olahraga yang mampu menghadirkan keramaian sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Di luar arena GOR Oepoi juga terlibat banyak pelaku UMKM yang memasarkan produk mereka, terutama kuliner. Ini menunjukkan adanya efek domino dari event olahraga dan hiburan seperti ini,” ujarnya.
Puluhan Petarung Tampil
Mad Dog Strike Series 3 menghadirkan sejumlah pertarungan yang mempertemukan para petarung dalam beberapa kelas dan kategori.












